Apakah Akuntansi itu susah?

Bagi sebagian orang akuntansi itu susah, sulit, bingung dan membosankan.  Ya, pendapat yang jujur.  Pada mulanya saya juga dulu menganggap bahwa belajar akuntansi sangat sulit, banyak itung-itungan nggak jelas dan kadang-kadang bikin kepala mumet dan stress.

Untuk menimbulkan minat kepada sesuatu yang pada awalnya tidak disukai memang sulit.  Padahal mungkin kita belum melihat bahwa sesuatu yang tidak kita sukai pada akhirnya bisa membuat sukses atau bisa membuat kita bahagia.  Siapa yang tahu.  Apa salahnya dicoba semuanya.  Coba kita lihat peluang di pasar.  Berapa banyak perusahaan-perusahaan yang butuh bidang ekonomi-akuntansi, berapa banyak wirausahawan yang dimulai dari nol dan akhirnya sukses.  Kita lihat lagi iklan-iklan di koran yang mencari lowongan kerja, berapa banyak yang cari bagian kasir, accounting, pembukuan dan lain-lain yang semuanya itu berhubungan dengan ekonomi/akuntansi. Jadi akuntansi memang gak ada matinya.  Karena peluangnya besar, maka peminatnya pun jadi banyak.  Persis hukum penawaran dan permintaan.   Jika permintaan tinggi maka orang berlomba-lomba untuk menawarkan barang/jasa juga tinggi dan peluang diterima makin besar.

Akuntansi adalah sesuatu yang mudah di cerna, dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada sesuatu yang tidak berhubungan dengan ekonomi/akuntansi/bisnis.  Semua yang kita lakukan bisa berhubungan dengan bisnis.  Karena bisnis adalah sesuatu yang menggerakkan roda kehidupan.  Dari sejak kita belum lahir, kemudian lahir ke dunia dana menjalaninya bahkan mati sekalipun tidak luput dari keuangan.  Walaupun hidup tidak semata-mata untuk uang tapi tanpa uang rasanya hidup bahagia akan sulit diwujudkan.  Karena itu ekonomi-akuntansi-bisnis dan sejenisnya merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan.

Yang perlu ditemukan adalah metode dalam mempelajari sesuatu.  Walaupun sulit, tapi kalau kita sudah menemukan metode atau caranya, maka yang sulit akan menjadi mudah, yang lama jadi cepat dan yang membosankan menjadi menyenangkan.  Lalu dasarnya apa? Untuk mempelajari dasar-dasar akuntansi kita harus tahu dulu tujuan dari belajar akuntansi itu sendiri.  Kalau tidak tahu tujuannya, ya…untuk apa belajar…! Lha wong gak tahu kok tujuan-nya.  Nah, TUJUAN BELAJAR AKUNTANSI ADALAH  UNTUK MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN.  Apakah se-sederhana itu? Ya, kalau bagi kita orang awam cukup segitu aja memahaminya.  Tapi sebenarnya kalau dikaji lebih dalam tentu lebih dari itu, yaitu dengan laporan keuangan kita akan mengetahui laba atau rugi, kita bisa mengetahui berapa harta bersih perusahaan, kita bisa mengetahui dengan modal sekian akan menghasilkan laba sekian, mengetahui perputaran uang perusahaan, dapat memprediksi bagaimana keuangan masa depan dengan patokan masa lalu dan lain-lain.  Bagaimana…? Bukankah itu sangat penting…?

Menurut saya, bagi seorang pemula yang akan belajar akuntansi (entah siswa/mahasiswa atau siapa saja) bisa dimulai dari diri sendiri, yaitu pengelolaan informasi keuangan pribadi.

Caranya adalah :

  1. Setiap kali terjadi perubahan atas kondisi (posisi) keuangan pribadi kita, kita catat dalam buku khusus. Setiap ada uang masuk, dicatat. Setiap ada uang keluar, dicatat.
    Dengan cara ini kita secara tidak langsung telah belajar konsep pencatatan, transaksi, kas dan buku kas (Cash Basis).
  2. Dalam melakukan pencatatan, jangan terjebak pada format catatan, kolom, atau apapun.. yang penting di catat dan bisa di mengerti oleh diri sendiri.
  3. Secara periodik/berkala, kita jumlahkan semua penerimaan dan pengeluaran, dan cocokkan sisanya dengan kondisi uang di kantong kita. Jika sama, berarti catatan anda telah benar. Jika tidak, Anda sendiri yang tau sebab ketidak cocokan tersebut.
    Disini anda telah belajar konsep kesesuaian (Matching concept) yaitu kesesuaian sisa uang yang ada dengan sisa uang yang tercatat.
  4. Selanjutnya adalah anda baca catatan anda.. kemudian kelompokkan transaksi yang sama dalam catatan baru. Misalnya pembelian Bensin… cari semua transaksi pembelian bensin dalam periode tersebut.. catat di lembar lain dalam buku catatan anda, kemudian jumlahkan.. maka anda akan tahu berapa Jumlah pengeluaran Bensin anda selama periode tersebut. Lakukan untuk transaksi lain yang sama.
    Disini anda telah belajar konsep penggolongan.
  5. Setelah semua transaksi dikelompokkan, coba anda cocokkan dengan jumlah total penerimaan dan pengeluarannya.. Kalo sudah cocok.. berarti anda telah berhasil belajar konsep dasar Akuntansi.
  6. Lakukan hal yang sama untuk periode berikutnya, kemudian bandingkan hasilnya dengan periode sebelumnya.. Anda akan tahu tingkat penghematan atau pemborosan yang telah anda lakukan sendiri.
    Disini anda telah belajar cara evaluasi dan penilaian kinerja keuangan anda sendiri

Cara ini menurut saya cara yang mudah dan sederhana untuk memulai belajar akuntansi. Cara belajar dengan mempraktekkannya langsung (learning by doing) akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan cara mempresentasikan, membayangkan, menganalogikan, apalagi hanya ceramah teori.

Jika anda berhasil mempraktekkannya, saya rasa anda tidak perlu berkonsultasi dengan Safir Senduk..

Itulah cara saya dalam memahami akuntansi. Mungkin kelihatan sederhana, namun sangat sulit dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan oleh Seorang Akuntan sekalipun. Gak percaya? Coba aja survei… berapa akuntan profesional yang jago membuat laporan keuangan perusahaan, namun tidak bisa membuat laporan keuangan pribadi…

sumber :http://rakhmamustika.blogspot.co.id/2011/12/pendapat-saii-tentang-akuntansi.html

sumber : https://masprim.wordpress.com/2011/09/16/akuntansi-itu-susah/

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s